Menghindarkan diri Dari dosa dan Berbuat Kebaikan

Menghindarkan diri dari dosa adalah langkah pertama, tetapi langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah melakukan kebaikan dan mengerjakan ibadah serta taat kepada Allah taala. Apaila manusia selamat dari dosa-dosa dan beribadah kepada Allah, maka hatinya akan dipenuhi oleh berkah-berkah. dan itulah tujuan kehidupan manusia.

Lihat jika sehelai kain terkena kotoran, maka sekedar membasuhnya saja bukanlah suatu hal yang berarti. Hendaknya kain itu pertama-tama dibasuh dengna sabun’ kotorannya dikeluarkan lalu dibersihkan. Dan kemudian di beri pengharum supaya siapa saja yang melhatnya akan menjadi senang. seperti itu jugalah keadaan qalbu manusia. Akibat kotoran-kotoran dosa dia menjadi tidak bersih, memuakkan dan berbau bussuk.
Jadi pertama-tama hendaknya kotoran-kotoran dosa itu dibasuh denganTaubah dan istighfar. Dan mintalah  taufik/karunia dari allah taala supaya dapat  senantiasa menghindarkan diri dari dosa-dosa. Kemudian selain itu, selalulah melakukan zikir Ilahi, dan penuhilah qalbu dengan hal itu. dengan cara itu proses mencapai Allah (suluk) pun akan menjadi sempurna. Dan tanpa itu adalah seperti tamsil tadi, yakini sekedar membasuh kotoran saja. Akan tetapi selama kondisinya belum demikian - yakni qalbu dibersihkan dari segala macam akhlak buruk dan hina lalu qalbu itu disiram dengn wangi-wangian zikir Ilahi dan aroma wangi muncul dari dalam - maka selama itu pula hendaknya jangan berprasangka buruk terhadap Allah taala. Namun apabila kondisi kita telah menjadi demkian, maka sama sekali tidak akan timbul lagi prasangka buruk serta keraguan.

Berdoa Terlindung dari Musibah

Musibah adalah sesuatu hal yang tak bisa kita prediksi kapan dan dimana dan kepada siapa akan menimpa. Kewajiban kita sebagai seorang mukmin adalah selalu berdoa minta perlindungan kepada Allah taala Yang Maha Rahim agar kita terhindar dari musibah.
Rasulullah s.a.w dengan berbagai macam cara selalu  menghimbau orang-orang mu’min supaya mereka senantiasa ingat kepada Tuhan agar mereka selalu mendapat limpahan rahmat kasih sayang Allah taala. Azab yang bertubi-tubi turun berupa bencana-bencana alam yang telah menimpa kaum-kaum terdahulu, banyak negeri porak-poranda dan hancur luluh sehingga meninggalkan hanya nama dan bekas-bekasnya saja. Beliau s.a.w sangat merasa khawatir jangan-jangan disebabkan sesuatu kesalahan azab seperti itu turun pula menimpa mereka yang telah  beriman kepada beliau s.a.w atau orang-orang yang tinggal disekitar kampung halaman beliau s.a.w.
Maka dari itu kapan saja saat beliau melihat ada angin bertiup kencang atau hujan lebat turun, beliau segera memohon perlindungan kepada Allah s.w.t dan berdo’a agar Dia menurunkan kasih sayang-Nya. Dan beliau s.a.w menghimbau orang-orang mukmin juga untuk memohon kasih sayang-Nya, agar angin yang sedang bertiup kencang atau hujan yang sedang turun dengan derasnya itu jangan menjadi azab bagi mereka. Maka bila saja terjadi angin badai atau angin kencang bertiup atau hujan turun dengan derasnya maka beliau s.a.w segera memohon perlindungan dan kasih sayang  Allah s.w.t.
Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Hadzrat Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w bersabda : “Sekali-kali janganlah kamu mengutuki angin karena angin juga pembawa rahmat Allah s.w.t disamping ia membawa azab. Akan tetapi mintalah kebaikan dari angin itu kepada Allah s.w.t dan mohonlah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya.”
Utbah bin Rawahah mendengar dari Aisyah r.a. katanya: “Apabila angin bertiup kencang atau nampak ada awan tebal diatas langit, maka muka Rasulullah s.a.w nampak segera berubah, sebentar duduk  sebentar berjalan, beliau s.a.w mondar-mandir dalam keadaan gelisah dan khawatir takut kalau-kalau angin atau awan itu membawa azab. Apabila hujan sudah turun beliaupun nampak gembira, kegelisahanpun perlahan-lahan menghilang.”
Kata  Aisyah r.a, diwaktu itu beliau s.a.w bersabda : “Aku merasa takut jangan-jangan azab turun bersama angin atau awan itu yang akan menimpa ummatku”. Apabila beliau melihat hujan sudah turun, beliau bersabda : “Alhamdulillah ini rahmat Allah turun!”
Wujud Rasulullah s.a.w dari ujung rambut sampai ujung kaki semata-mata rahmat bagi semua makhluk Allah s.w.t. Beliau sendiri berdo’a untuk semua dan mengajarkan juga do’a-do’a itu yang harus diamalkan oleh ummat beliau. Apabila ada angin atau badai bertiup kencang bacalah do’a ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ

وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

Artinya : “Ya Allah aku memohon kebaikannya dan kebaikan yang ada didalamnya dan kebaikan yang diturunkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari keburukannya dan dari keburukan yang ada didalamnya dan dari keburukan yang diturunkan bersamanya.”

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَ تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجْاَتِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَتِكَ

Artinya :“Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari hilangnya ni’mat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan padaku, dan dari azab Engkau yang datangnya secara tiba-tiba dan aku berlindung kepada Engkau dari semua perkara yang menimbulkan kemurkaan Engkau.”

Bersedekah Kepada Pencuri???

Tertera dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: Ada seorang yang  berkata bahwa saya  pasti akan memberikan sedekah. Sesuai dengan itu  diapun keluar membawa harta sedekahnya  dari rumah dan memberikannya kepada  seorang pencuri. (Pada malam hari dia tidak mengetahui dan meletakkannya di tangan seorang pencuri).
Pagi harinya orang-orang berbincang-bincang mengenai hal itu bahwa seorang pencuri yang diberikan sedekah. Maka orang itu berkata: “Hai Allah! Engkaulah yang berhak memiliki  segenap  pujian, saya pasti akan memberikan sedekah.
Untuk itu dia keluar membawa harta sedekahnya dan pada malam itu juga dia melihat seorang perempuan tuna susila lalu kepadanya dia memberikan sedekahnya. Pada pagi harinya lagi orang-orang berbicara serupa itu bahwa pada malam hari sedekah diberikan kepada seorang  tuna susila. Atas hal itu orang itu berkata, Hai Allah! segenap pujian hanya berhak untuk Engkau, apakah saya telah memberikan sedekah kepada seorang tuna susila, kini untuk kedua kali saya pasti akan memberikan sedekah.
Maka dia keluar untuk membawa harta sedekah. Dan pada kali inipun  sedekahnya tidak mengena pada orang yang ingin dituju dan dia memberikan sedekah kepada seorang kaya raya, seorang yang mewah dan berkehidupan yang sejahtera.
Maka orang-orang pada malam hari berbicara diantara mereka mengenai hal itu bahwa pada malam ini seorang yang kaya raya diberikan sedekah. Atas kejadian itu orang itu berkata bahwa segenap pujian adalah berhak hanya untuk Engkau semata, sebelumnya saya telah memberikan sedekah kepada seorang pencuri, kemudian kepada seorang tuna susila dan kemudian kepada seorang yang kaya raya.
Dia sangat sedih akan hal itu dan dia menjadi sangat menyesal, maka seorang datang dan mengatakan kepadanya bahwa sejauh engkau memberikan sedekah kepada pencuri maka mungkin saja setelah memberikan sedekah dia akan berhenti menjadi pencuri. Dan sejauh bertalian  dengan engkau memberikan sedekah kepada seorang tuna susila itu maka mungkin dari hal itu  orang tersebut berhenti menjadi tuna susila. Dan sejauh yang bertalian dengan seorang yang kaya itu maka  akan bisa ada kemungkinan  bahwa dia akan mengambil pelajaran  dari perbuatan kamu itu dan dia mulai membelanjakan harta yang Allah telah  berikan padanya. (Bukhari kitabuzzakat)
Oleh karena itu, setelah mendengar sabda Rasulullah saw ini seyogianya kita harus memberikan sedekah, para sahabah senantiasa dalam upaya dan terkadang mereka memberikan sedekah mereka kepada orang-orang yang bukan dituju. Tidak terpikir oleh mereka  bahwa apa yang kita akan peroleh dari itu. Yang senantiasa terpikir di benak mereka adalah mereka ingin mencari keridhaan Allah.  Pada malam hari mereka keluar memberikan sedekah  supaya siapapun jangan ada yang tahu  dan jangan terasakan bahwa  memberikan sedekah dan membelanjakan harta dilakukan untuk  pamer, tetapi murni hanya semata-mata untuk keridhaan Allah mereka melakukan pekerjaan ini.
Maka melihat rasa sedih mereka ini, untuk menghibur, Allah berfirman kepada mereka  bahwa janganlah menganggap  bahwa jika sedekah kalian tidak sampai pada orang yang kalian maksud maka kalian tidak mendapat ganjarannya, melainkan itupun ada  ganjarannya. Sebab bisa jadi sedekah-sedekah kalian yang sampai kepada mereka dengan sebab itu pada orang-orang itu terjadi  perbaikan di dalam diri mereka.
Allah menekankan bahwa pekerjaan manapun yang dilakukan demi untuk-Nya pekerjaan itu Dia tidak biarkan tanpa ganjaran/pahala.
(Kutipan dari Khutbah Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Ahmadiyah V tanggal 26-11-2004)

Asal Mula Alam Semesta - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an


Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta.
Gambar 10. Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)
Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut.
Gambar 11. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut. (Horizons, Exploring the Universe, Seeds, gambar 9, dari Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)
Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 10 dan 11)
Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)
Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)
Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."
Untuk melihat video komentar sang profesor silakan klik tautan berikut ini: (Bahasa Inggris, format RealPlyer)
Video 1
Video 2

Hijrah Sebagai Strategi Dakwah

Oleh Dr. H. Asrorun Niam, MA

Secara umum, tipologi kepemimpinan, dilihat dari aspek legitimasinya dapat dibedakan menjadi dua macam, kepemimpinan yang berproses secara alamiah dan tradisional (traditional leadership) yang melahirkan sosok pemimpin tradisional, dan kepemimpinan yang berproses secara formal dan fungsional (functional leadership) yang melahirkan sosok pemimpin formal.

Pemimpin yang berproses secara fungsional pada umumnya memperoleh legitimasi formal dengan batas-batas teritori yang jelas, dengan “mandat” khusus dari yang dipimpinnya.

Sementara itu, pemimpin yang berproses secara alamiah biasanya bersifat informal dan tidak memiliki batas teritorial maupun tanggung jawab kepemimpinan secara jelas, seperti keberadaan ulama, tokoh masyarakat maupun tokoh adat. Jenis pemimpin seperti ini memiliki karakteristik di mana kepemimpinannya tidak bisa dilihat secara jelas, tapi pengaruhnya secara psikologis amat terasa dalam menentukan keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam pembahasan singkat  ini, perbincangan tentang maslah kepemimpinan akan lebih difokuskan pada tipologi kepemimpinan tradisional, yang mempunyai relevansi dan keterkaitan langsung dengan kepemimpinan dakwah.

Basis Kepemimpinan Nabi

Jiwa kepemimpinan Nabi SAW terasah sejak usianya masih belia. Sang kakek, Abdul Mutholib adalah seorang figur bangsawan Quraisy yang mempunyai karisma luar biasa, dan sifat tersebut dapat terekam secara baik pada pribadi Muhammad. Sepeninggal kakekknya, ia diasuh oleh pamanda Abu Tholib, yang juga tokoh yang sangat disegani di kalangan Quraiys.

Lewat pamannyalah naluri kepemimpinan Muhammad SAW terus memperoleh penajamannya. Dimulai dari belajar menggembalakan kambing, belajar menjalankan amanah dengan membantu pamannya berdagang hingga beliau mencetak sejarah sangat menakjubkan dalam menangani perselisihan orang-orang Quraisy saat renovasi Ka’bah. Muhammad, yang ketika itu masih remaja, berhasil memberikan rasa puas kepada seluruh suku dengan keputusannya yang sangat “elegan” mengenai hak peletakan batu al-hajar al-aswad. Atas prestasinya tersebut lantas beliau memperoleh gelar al-amin (yang terpercaya).

Aktivitas menggembalakan ternak yang dilakukan Muhammad SAW ketika usia belia merupakan wahana “latihan kepemimpinan” yang sangat efektif. Dalam proses penggembalaan tersebut, setidaknya dibutuhkan lima prasyarat yang harus dipenuhi agar memperoleh kesuksesan.

Pertama, mempunyai kepribadian yang kuat. Seorang penggembala, —demikian juga seorang pemimpin masyarakat, harus mempunyai kepribadian yang kuat, keimanan yang kokoh, tidak mudah terombang-ambing oleh adanya perubahan situasi di luar dirinya.

Kedua, mempunyai kesabaran dan ketekunan. Tanpa kesabaran dan ketekunan, kita, sebagai gembala akan terus menerus larut dalam emosi yang justru merugikan diri sendiri. Apalagi hal ini berhadapan dengan sekelompok binatang yang tidak mempunyai rasio. Dalam medan dakwah, pasti ditemui individu atau kelompok masyarakat yang tidak senang, bahkan menghambat. Nah, di saat seperti inilah nilai-nilai kesabaran dan ketekunan akan mampu meredamnya.

Ketiga, mampu menjalin harmoni di antara seluruh komponen. Sebagai pemimpin, kita dituntut untuk mampu membaca potensi dari masing-masing “gembala”, dan membuat situasi yang harmoni di antara mereka, dengan senantiasa merangsang untuk terus berlomba mengembangkan potensinya masing-masing secara benar. Dengan kemampuan ini, maka situasi masyarakat akan bergerak dinamis dengan kompetisi yang sehat (al-istibaq fi al-khairat). Di sinilah relevansi filosofi kepemimpinan Ing Madya Mangun Karso (Di tengah masyarakat membangun karya) yang pernah dikenalkan oleh tokoh pergerakan nasional Ki Hajar Dewantoro.

Keempat, mempunyai kejujuran dan integritas moral. Seorang pemimpin, sebagai suri tauladan bagi “gembala” harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai kejujuran, meskipun kepada hewan piaraan. Seorang pemimpin juga harus mempunyai integritas moral yang tinggi sebagai “garansi” bagi kepercayaan masyarakat.

Kelima, kreatif dan tak kenal menyerah. Seorang pemimpin dituntut untuk secara kreatif mampu melakukan terobosan strategis guna menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi. Dalam proses kepemimpinan selalu ada masalah yang harus diselesaikan secara cepat dan akurat. Nah, tugas seorang pemimpin adalah menemukan solusi guna mencari jalan pemecahan atas masalah yang terjadi, dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat tersebut.

Setidaknya, dengan kelima syarat kepemimpinan tersebut di atas, langgam kepemimpinan akan dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Makna Hijrah

Setelah Muhammad SAW diangkat menjadi nabi, setelah turun wahyu pertama QS. Al-‘Alaq 1 – 5, tantangan dari kaum kafir Quraiys sangat besar, sehingga proses dakwah Islam berjalan dengan tertatih tatih dan mengalami ujian yang sangat berat.

Di tengah himpitan dan tekanan kaum Quraisy kepada proses dakwah yang dilakukan Nabi SAW, muncul gagasan untuk  melakukan hijrah ke yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinatur Rasul (Kota Rasul) tersebut.

Dipilihnya kota Madinah sebagai basis dakwah menunjukkan kepiawaian strategi dakwah Nabi. Hal ini setidaknya karena dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, pertama, adanya komunitas muslimin yang siap membantu aktifitas dakwah, sebagai tulang punggung. Kedua, adanya tokoh-tokoh berpengaruh dari Bani Aus dan Khazraj, yang memungkinkan diterimanya ajakan dakwah secara luas dan cepat. Ketiga, adanya basis ekonomi pertanian dan perdagangan yang  kuat di masyarakat Madinah, sehingga dapat mengembangkan kemandirin ekonomi, dan bahkan menandingi hegemoni kaum Quraisy.

Di tambah lagi adanya dua kekuatan ekonomi masyarakat, dari kaum Muhajirin dan Anshar, yang saling bersinergi dan saling melengkapi. Yang pertama sebagai penggarap dan yang kedua sebagai penyedia lahan. Kerja sama ekonomi ini tercermin dalam konsep mudharabah, syirkah, dan sejenisnya dalam terminologi fikih Islam.

Dengan membangun komunikasi di bidang ekonomi, Nabi SAW berhasil mempersatukan dua komunitas yang berbeda, dalam bingkai persaudaraan Islam (ukhuwwah Islamiyah) yang kemudian menjadi tulang punggung keberhasilan dakwah Islam. Dari sinilah akar kejayaan Islam tersemai, yang akhirnya mampu melahirkan sebuah peradaban yang mencengangkan dunia.

Dalam perspektif Islam, seorang pemimpin mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai khalifatullah (wakil Tuhan) di bumi yang mempunyai tugas merealisasikan misi kenabian sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Seluruh kreativitas kepemimpinan harus diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk mewujudkan kesejahteraan, menuju masyarakat yang berkeadaban. Selain itu, ia juga menyandang tugas dan fungsi sebagai Abdullah (hamba Tuhan) yang harus patuh dan tunduk pada setiap ketentuan yang digariskan-Nya, dengan senantiasa mengabdikan segenap dedikasi kita untuk mencapai keridhaan Allah.

Di sinilah letak perbedaan konsepsi kepemimpinan antara Islam, yang mempunyai dua dimensi, dengan kepemimpinan Barat yang hanya mengenal satu aspek. Selebihnya, mari kita tiru gaya kepemimpinan Nabi SAW.
Ditanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih
Al-Utsaimin, 'Apa hukum mengisap rokok berikut dalil nya dari Al-Qur'an dan Al-Hadits?'
Jawab:Rokok adalah haram.

Dalilnya adalah firman Allah:

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu."
(An-Nisa: 29)

"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)

"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam
kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan."
(An-Nisa: 5)

Lalu Allah dalam banyak ayatNya melarang kita berlaku boros. Dan, tak diragukan lagi membeli rokok adalah
pemborosan dan sekaligus perusakan kesehatan,sehingga termasuk hal yang dilarang. Dalam Sunnah Rasulullah
saw melarang membuang-buang harta. Dan tentu membelanjakan wang untuk rokok adalah membuang wang.
Rasulullah saw bersabda, "Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya." Dan semua tahu, merokok sangat membahayakan. Di samping itu, jika
telah kecanduan rokok, seseorang akan sakit dan sesak dadanya jika tak mendapatkannya. Padahal itu sama
dengan memaksakan untuk dirinya sesuatu yang tidak ia perlukan.

Fakta-fakta

1. Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
2. WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
3. 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan
rokok.
4. Peratus kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan
lalulintas.
5. 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin,yakni zat asasi pembentuk darah merah.
6. Peratus kematian orang yang berusia 46 tahun atau kurang adalah 25 % lebih bagi perokok.

Mitos (Myth)

1. Merokok membantu berfikir, padahal kenyataannya merokok bisa menceraiberaikan pikiran, mengurangi
konsentrasi berfikir karena rokok menyebabkan penyempitan nafas dan keringnya tenggorokan.
2. Merokok membantu menenangkan urat saraf, padahal sebaliknya rokok berpengaruh buruk pada urat saraf,
sebagaimana ia menyebabkan kencang nya detak jantung dan itu sangat berbahaya.
3. Merokok memperbanyak teman dengan saling menawar kan rokok dan berbasa-basi di dalamnya. Ternyata
inipun keliru, sebab pada kenyataannya teman-teman yang dimaksud adalah teman-teman buruk.
4. Merokok menghilangkan rasa lelah, padahal justeru menambah kelelahan dan kepayahan karena terganggunya
banyak organ tubuh, seperti urat saraf,alat pencernaan dsb.
5. Merokok bisa mengusir kesedihan dan kegalauan,padahal ia mendatangkan kesedihan, kegalauan dan
bencana, di antaranya karena ia harus terus merogoh kantongnya, dan dengan merokok berarti ia secara
terang-terangan melakukan maksiat kepada Allah. Bahaya Merokok Merokok sangat berbahaya dan merusak
kesehatan. Di antara bahaya merokok adalah:

Melemahkan iman dan menjauhkan diri dari Tuhan. Mengurangi nafsu makan.
Menyebabkan penyakit TBC. Menyebabkan sesak nafas.
Menyebabkan sulitnya pencernaan makanan. Menyebabkan rusaknya hati.
Menyebabkan berhentinya detak jantung. Menyebabkan penyakit kanker.
Menyebabkan batuk dan lendir. Menyebabkan lemas dan kurus.
Menyebabkan luka lambung. Menyebabkan kebakaran.
Menyebabkan keengganan isteri terhadap suaminya.

Mungkin beberapa penyakit di atas belum tampak pada masa muda karena daya tahan tubuh yang diberikan Allah
I. Tetapi pada masa tua, berbagai penyakit itu akan bereaksi kecuali jika Allah menghendaki yang lain.

Bagaimana Memerangi Rokok ?

1. Tak disangsikan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Adapun untuk mengatasi kecanduan merokok di antaranya
adalah hal-hal berikut:


-Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap individu masyarakat.
-Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan lainnya.
-Melarang para guru merokok di depan murid-murid nya
terutama yang masih berusia belia. -Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya
merokok.
-Membebankan pajak yang tinggi terhadap berbagai jenis rokok.
-Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya.
-Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang
haramnya rokok.
-Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan para dokter tentang bahaya rokok.
-Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.
-Nasihat secara pribadi kepada perokok. Serba-serbi Rokok 1.Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di
Inggris akibat rokok.

2. Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari setengah yang pertama.
3. Pemerintah Italia pada tahun 1962 melalui UU. No. 65 melarang melakukan iklan rokok dan berbagai hal
yang berkaitan dengannya.
4. Sebagian dokter berkata, dalil-dalil sangat kuat sehingga sampai pada tingkat tidak ada jalan lain
menurut perasaan kita sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita
harus memperingatkan masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka.Karena itu mereka harus berhenti merokok!
5. Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Masuti sangat keras dalam hal rokok, sehingga buku-buku yang ditulisnya
banyak membahas tentang haramnya rokok, di antaranya:"Pemahaman dan Penjelasan tentang Bahaya
Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok", "Mutiara-mutiara Pilihan dalam Penjelasan Tentang
Haramnya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok." "Penjelasan dan Keterangan Tentang Haramnya Merokok."
Dan dikatakan bahwa rokok dikenal di dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya sekitar tahun 1012 H.

Akhir yang Memilukan

Dia seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama bertahun-tahun.Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit mendadak, yakni lemah jantung.Selama berhari-hari ia dirawat di ruang gawat
darurat dengan berbagai peralatan kedokteran yang canggih.

Dokter yang menangani pasien tersebut menyarankan kepada para perawat agar pasiennya itu dijauhkan dari
rokok, karena rokok itulah penyebab utama sakitnya, bahkan dokter memerintahkan agar setiap yang besuk
diperiksa agar tidak secara sembunyi-sembunyi memberikan rokok kepadanya. Selang beberapa lama kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan kegiatan-kegiatannya.Namun satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat dokter agar berhenti merokok. Suatu hari, pemuda tersebut hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya. Mereka akhirnya menemukan pemuda tersebut tergeletak tewas disebuah kamar mandi dengan memegang rokok. Kita berlindung kepada Allah dari kesudahan yang demikian.

Bagaimana Meninggalkan Kebiasaan Merokok?

Sekarang, Anda insya Allah telah terbuka untukmeyakini haramnya rokok. Juga,Anda telah meyakini
bahaya-bahayanya, baik terhadap diri Anda sendiri maupun terhadap masyarakat. Mudah-mudahan Allah
memudahkan Anda bertobat. Inilah yang diharapkan dari Anda.

Jika Anda telah berusaha kuat meninggalkan kebiasaan merokok, maka ikutilah langkah-langkah berikut ini:
-Setelah engkau ketahui bahaya-bahaya rokok, mulailah berfikir untuk meninggalkannya dan kuatkan keyakinanmu untuk itu dengan bertawakkal penuh kepada Allah.

- Buatlah evaluasi harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap dirimu,teman-temanmu, anak-anakmu,
tetangga-tetanggamu dan lainnya.
- Jauhkanlah dirimu semampu mungkin dari merokok dan asap rokok.
- Usahakan untuk selalu berada pada udara yang bersih dan sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat.
- Jika engkau telah mengetahui bahaya rokok dan engkau
yakini haramnya, maka hendaknya engkau membenci dan meninggalkannya karena Allah, dan jauhilah dari
berteman dengan para perokok.
- Pakailah berus gigi, siwak atau sejenisnya jika engkau diserang keinginan merokok kembali.
- Kurangilah minum teh dan kopi, perbanyak makan buah-buahan dan makanan yang bergizi lainnya.
- Usahakan setiap pagi setelah sarapan engkau minum
juice jeruk, apel atau buah-buahan lainnya karena ia bisa mengurangi keinginan merokok.
- Ketahuilah, barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu
yang lebih baik daripadanya, dalam waktu dekat atau jauh.
- Dan terakhir, hendaknya semua itu dilakukan dengan ikhlas, serta keinginan kuat untuk meninggalkannya
yang terbit dari dalam hatimu sendiri.