Al-Utsaimin, 'Apa hukum mengisap rokok berikut dalil nya dari Al-Qur'an dan Al-Hadits?'
Jawab:Rokok adalah haram.
Dalilnya adalah firman Allah:
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu."
(An-Nisa: 29)
"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195)
"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam
kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan."
(An-Nisa: 5)
Lalu Allah dalam banyak ayatNya melarang kita berlaku boros. Dan, tak diragukan lagi membeli rokok adalah
pemborosan dan sekaligus perusakan kesehatan,sehingga termasuk hal yang dilarang. Dalam Sunnah Rasulullah
saw melarang membuang-buang harta. Dan tentu membelanjakan wang untuk rokok adalah membuang wang.
Rasulullah saw bersabda, "Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya." Dan semua tahu, merokok sangat membahayakan. Di samping itu, jika
telah kecanduan rokok, seseorang akan sakit dan sesak dadanya jika tak mendapatkannya. Padahal itu sama
dengan memaksakan untuk dirinya sesuatu yang tidak ia perlukan.
Fakta-fakta
1. Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandai nya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
2. WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
3. 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan
rokok.
4. Peratus kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan
lalulintas.
5. 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin,yakni zat asasi pembentuk darah merah.
6. Peratus kematian orang yang berusia 46 tahun atau kurang adalah 25 % lebih bagi perokok.
Mitos (Myth)
1. Merokok membantu berfikir, padahal kenyataannya merokok bisa menceraiberaikan pikiran, mengurangi
konsentrasi berfikir karena rokok menyebabkan penyempitan nafas dan keringnya tenggorokan.
2. Merokok membantu menenangkan urat saraf, padahal sebaliknya rokok berpengaruh buruk pada urat saraf,
sebagaimana ia menyebabkan kencang nya detak jantung dan itu sangat berbahaya.
3. Merokok memperbanyak teman dengan saling menawar kan rokok dan berbasa-basi di dalamnya. Ternyata
inipun keliru, sebab pada kenyataannya teman-teman yang dimaksud adalah teman-teman buruk.
4. Merokok menghilangkan rasa lelah, padahal justeru menambah kelelahan dan kepayahan karena terganggunya
banyak organ tubuh, seperti urat saraf,alat pencernaan dsb.
5. Merokok bisa mengusir kesedihan dan kegalauan,padahal ia mendatangkan kesedihan, kegalauan dan
bencana, di antaranya karena ia harus terus merogoh kantongnya, dan dengan merokok berarti ia secara
terang-terangan melakukan maksiat kepada Allah. Bahaya Merokok Merokok sangat berbahaya dan merusak
kesehatan. Di antara bahaya merokok adalah:
Melemahkan iman dan menjauhkan diri dari Tuhan. Mengurangi nafsu makan.
Menyebabkan penyakit TBC. Menyebabkan sesak nafas.
Menyebabkan sulitnya pencernaan makanan. Menyebabkan rusaknya hati.
Menyebabkan berhentinya detak jantung. Menyebabkan penyakit kanker.
Menyebabkan batuk dan lendir. Menyebabkan lemas dan kurus.
Menyebabkan luka lambung. Menyebabkan kebakaran.
Menyebabkan keengganan isteri terhadap suaminya.
Mungkin beberapa penyakit di atas belum tampak pada masa muda karena daya tahan tubuh yang diberikan Allah
I. Tetapi pada masa tua, berbagai penyakit itu akan bereaksi kecuali jika Allah menghendaki yang lain.
Bagaimana Memerangi Rokok ?
1. Tak disangsikan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Adapun untuk mengatasi kecanduan merokok di antaranya
adalah hal-hal berikut:
-Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap individu masyarakat.
-Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah dan lingkungan lainnya.
-Melarang para guru merokok di depan murid-murid nya
terutama yang masih berusia belia. -Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya
merokok.
-Membebankan pajak yang tinggi terhadap berbagai jenis rokok.
-Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara dan tempat-tempat umum lainnya.
-Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang
haramnya rokok.
-Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan para dokter tentang bahaya rokok.
-Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan lainnya.
-Nasihat secara pribadi kepada perokok. Serba-serbi Rokok 1.Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di
Inggris akibat rokok.
2. Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari setengah yang pertama.
3. Pemerintah Italia pada tahun 1962 melalui UU. No. 65 melarang melakukan iklan rokok dan berbagai hal
yang berkaitan dengannya.
4. Sebagian dokter berkata, dalil-dalil sangat kuat sehingga sampai pada tingkat tidak ada jalan lain
menurut perasaan kita sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita
harus memperingatkan masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka.Karena itu mereka harus berhenti merokok!
5. Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Masuti sangat keras dalam hal rokok, sehingga buku-buku yang ditulisnya
banyak membahas tentang haramnya rokok, di antaranya:"Pemahaman dan Penjelasan tentang Bahaya
Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok", "Mutiara-mutiara Pilihan dalam Penjelasan Tentang
Haramnya Tembakau yang dikenal dengan Nama Rokok." "Penjelasan dan Keterangan Tentang Haramnya Merokok."
Dan dikatakan bahwa rokok dikenal di dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya sekitar tahun 1012 H.
Akhir yang Memilukan
Dia seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama bertahun-tahun.Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit mendadak, yakni lemah jantung.Selama berhari-hari ia dirawat di ruang gawat
darurat dengan berbagai peralatan kedokteran yang canggih.
Dokter yang menangani pasien tersebut menyarankan kepada para perawat agar pasiennya itu dijauhkan dari
rokok, karena rokok itulah penyebab utama sakitnya, bahkan dokter memerintahkan agar setiap yang besuk
diperiksa agar tidak secara sembunyi-sembunyi memberikan rokok kepadanya. Selang beberapa lama kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan kegiatan-kegiatannya.Namun satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat dokter agar berhenti merokok. Suatu hari, pemuda tersebut hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya. Mereka akhirnya menemukan pemuda tersebut tergeletak tewas disebuah kamar mandi dengan memegang rokok. Kita berlindung kepada Allah dari kesudahan yang demikian.
Bagaimana Meninggalkan Kebiasaan Merokok?
Sekarang, Anda insya Allah telah terbuka untukmeyakini haramnya rokok. Juga,Anda telah meyakini
bahaya-bahayanya, baik terhadap diri Anda sendiri maupun terhadap masyarakat. Mudah-mudahan Allah
memudahkan Anda bertobat. Inilah yang diharapkan dari Anda.
Jika Anda telah berusaha kuat meninggalkan kebiasaan merokok, maka ikutilah langkah-langkah berikut ini:
-Setelah engkau ketahui bahaya-bahaya rokok, mulailah berfikir untuk meninggalkannya dan kuatkan keyakinanmu untuk itu dengan bertawakkal penuh kepada Allah.
- Buatlah evaluasi harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap dirimu,teman-temanmu, anak-anakmu,
tetangga-tetanggamu dan lainnya.
- Jauhkanlah dirimu semampu mungkin dari merokok dan asap rokok.
- Usahakan untuk selalu berada pada udara yang bersih dan sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat.
- Jika engkau telah mengetahui bahaya rokok dan engkau
yakini haramnya, maka hendaknya engkau membenci dan meninggalkannya karena Allah, dan jauhilah dari
berteman dengan para perokok.
- Pakailah berus gigi, siwak atau sejenisnya jika engkau diserang keinginan merokok kembali.
- Kurangilah minum teh dan kopi, perbanyak makan buah-buahan dan makanan yang bergizi lainnya.
- Usahakan setiap pagi setelah sarapan engkau minum
juice jeruk, apel atau buah-buahan lainnya karena ia bisa mengurangi keinginan merokok.
- Ketahuilah, barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu
yang lebih baik daripadanya, dalam waktu dekat atau jauh.
- Dan terakhir, hendaknya semua itu dilakukan dengan ikhlas, serta keinginan kuat untuk meninggalkannya
yang terbit dari dalam hatimu sendiri.
Label:
Info Islam
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah yang segala nikmat-Nya kita dapat hidup bahagia di bumi-Nya ini, kita masih bisa menghirup udara pagi yang segar sehingga kita bisa merasakan keagungan dan kekuasaan-Nya Yang Maha Besar. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasul kita, rahmat bagi seluruh alam, pemberi syafaat untuk kita di akhirat, dan teladan kita semua, Nabi Muhammad S.A.W.
Sahabat, jika kita melihat seekor ulat yang merayap di pohon atau dinding luar rumah, tentu kita akan merasa jijik melihatnya. Bahkan tak jarang ada orang yang membunuh ulat itu tanpa pandang bulu, tanpa berpikir jika ulat itu ingin hidup lebih lama untuk menjad kupu-kupu yang sempurna. Ulat selalu saja dipandang sebelah mata oleh manusia, selalu dipandang sebagai perusak, penganggu, hama, dan sebagainya.
Penampilan ulat memang ada yang mengerikan karena bulu-bulunya yang lebat dan adapula yang berbulu tajam serta besar ukurannya. Ada juga yang tidak berbulu dan berwarna hijau muda, terlihat cute, tetapi masih ada saja orang yang jijik terhadapnya, padahal ulat itu adalah makhluk Allah yang harus kita sayangi. Ada ulat yang senang memakan tanaman para petani, lantas petani itu membasminya, dan selalu menyalahkan ulat karena tanamannya rusak, tapi apakah petani itu sudah bersyukur kepada Allah atas hasil panennya? Apakah petani itu sudah bertaqwa kepada Allah? Jika Allah Berkehendak, tentu ada tujuannya. Jika para petani itu tidak bersyukur atas nikmat Allah berupa hasil panen, maka patutkah kita menyalahkan ulat karena ulah kita sendiri yang tidak bertaqwa dan bersyukur kepada Allah?
Coba kita berpikir untuk menelaah bagaimana siklus kehidupan ulat ini. Dia menetas dari sebutir telur yang sangat kecil yang menempel pada daun atau dahan pohon. Kemudian seiring berjalannya waktu, ulat itu menetas dari telurnya dan mulai mencari makanannya. Setelah tubuhnya mulai menjadi besar dan dewasa, dia mulai memperbanyak makan untuk persiapan proses metamorfosis, setelah dirasa cuukup memenuhi perutnya, maka proses metamorfosis dimulai. Mula-mula ulat akan mendekati dahan pohon, lalu ulat itu mengeluarkan benang-benang lendir dari mulutnya untuk membentuk sebuah pupa/kepompong. Setelah beberapa waktu berada didalam kepompong, akhirnya ulat itu berubah menjadi kupu-kupu yang indah.
Perjuangan yang sangat luar biasa yang dialami kupu-kupu baru ini, dia sungguh kesulitan ketika keluar dari kepompongnya karena kondisi badannya yang basah dan sayap yang berat karena masih mengandung air, dengan susah payah dia keluar, secara otomatis air yang berada didalam sayap kupu-kupu itu terperas oleh kepompong, kemudian sayap kupu-kupu itu menjadi kering dan kuat untuk membawanya terbang, dan sayapnya itu sungguh indah jika dipandang karena pola gambar di sayapnya yang beraneka rupa dan warna, Subhanallah.Setelah menjadi kupu-kupu, dia mencari makan dengan menghisap nektar bunga. Secara tidak langsung, kupu-kupu itu telah menggoyangkan benang sari dan menjatuhan butir sari ke kepala putik, sehingga bunga itu dapat mudah berkembang biak, meski daur hidupnya tidak lebih dari 53 hari, tetapi kupu-kupu sangat memberi manfaat kepada makhluk Allah lainya, yaitu bunga. Karena sayapnya yang indah, tidak sedikit manusia yang mengagumi keindahan kupu-kupu tersebut dan ingin menjaganya supaya tidak punah.
Sahabat, apakah pelajaran yang bisa kita petik hikmahnya dari daur hidup ulat diatas? Kita ibaratkan ulat itu sebagai manusia. Jika ingin menjadi manusia yang baik, tentunya memerlukan beberapa tahapan yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Manusia sering melakukan kekhilafan baik disadarinya mupun tidak, melakukan maksiat dan dosa yang tidak diridhoi Allah, dan hal ini tentu adalah sesuatu yang buruk, kekhilafan ini adalah sebagai ulatnya.
Ketika manusia itu tersadar akan semua kekhilafan, dosa, dan perbuatan maksiatnya selama ini, dia lantas segera bertaubat kepada Allah. Proses Taubat juga tidak mudah, perbuatan yang buruk selama ini harus diganti degan perbuatan yang baik, tujuannya adalah untuk menghapus perbuatan yang buruk itu. Harus diawali dengan membiasakan berbuat sesuatu yang ma'ruf, yang paling sulit adalah memulai segala sesuatu, jika permulaan yang baik itu sudah menjadi kebiasaan, tentunya akan menjadi hal yang mudah. Proses taubat ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, proses taubat ini adalah sebagai kepompongnya.
Setelah proses taubat itu berjalan dengan baik, beristighfar, lalu menyesal dengan segala perbuatan buruk yang telah dilakukan dulu, kemudian berjanji untuk tidak melakukannya lagi, diiringi dengan perbaikan perubahan sikap yang selalu berada dalam kebaikan, dan berusaha untuk konsisten dengan perbuatan ma'rufnya itu. Apabila ada yang meminta tolong kepadanya, maka dia dengan senang hati menolong orang tersebut, bersikap sopan dan ramah kepada semua orang, selalu ingin membantu kesulitan orang, tetapi dia sendiri tidak ingin dibantu oleh siapapun, kecuali mengharap pertolongan dari Allah semata. Perbuatan ma'ruf ini adalah sebagai kupu-kupunya.
"Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun alaikum". Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al An'am [6] : 54).
"Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." (QS. An Nisa [4] : 146).
Ya Allah, ampunilah kesalahan kami, terimalah taubat kami, peliharalah keihlasan kami, dan jagalah diri kami dari segala perbuatan dosa agar kami senantiasa selalu berada dijalan-Mu.
Wallahu'alam.
Label:
Renungan
Suatu hari menjelang Maghrib di kehidupan para binatang ada seekor Induk Ayam sedang sibuk menggiring masuk anak-anaknya yang masih kecil-kecil.
Seekor Anak Ayam pun merasa kesal karena sedang asik bermain, sang Induk menyuruhnya untuk masuk ke dalam kandang. Terjadilah dialog antara Anak dan Induk Ayam ketika salah-satu Anak Ayam ngedumel sambil mengkritik induknya.
Anak ayam, "Bu, kenapa sih aku gak boleh main malam-malam...?"
Temanku saja si Kampret dibolehkan sama Ibunya, Ibu otoriter sama anak-anaknya. Ini gak boleh, itu gak oleh... cik... cik... cik... (dengan nada sedikit kesal).
Induk Ayam, "Anakku, kamu kan bukan kampret, mereka kan bisa terbang untuk menghindari para pemangsa, sedang kamu gak bisa terbang tuk menjaga diri. Ibu kawatir sama kamu, ibu takut nanti kamu diterkam oleh Kucing dan Musang."
Anak Ayam, "Tapi Manusia saja yang gak punya sayap banyak juga kok yang keluar malam-malam...?"
Induk Ayam, "Kan mereka juga harus bekerja mencari rezeki dan mencari ilmu, tapi ada juga yang nakal hanya sekedar menghabiskan waktu dengan sia-sia, harusnya kamu bangga menjadi seekor Ayam, Nak..."
Anak ayam, "Cik...cik, kenapa aku harus bangga Bu...?"
Induk Ayam, "Iya, itu tandanya Ayam lebih pintar daripada Manusia yang nakal."
Anak Ayam, "cik...cik...? Bukankah mereka mahluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah Buu..?"
Induk Ayam, "Iya, mereka memang mahluk yang lebih sempurna dari kita, tapi terkadang mereka ada juga yang suka lalai dan kurang bersyukur sama Allah, kita jangan sampai seperti mereka dan lalai dari amanat yang diberikan, sore-sore kita harus tidur, karena pagi sekali kita harus berdoa dan membangunkan manusia untuk sholat tahajud dan Subuh, sedangkan sebagian manusia malam-malam masih ada yang suka keluyuran, subuh-subuh baru pulang ke rumah dan langsung tidur, mereka lupa tuk beribadah kepada Allah..."
Anak Ayam, "Oh gitu ya Buu...tapi kenapa Orang-tua mereka tidak melarangnya...?"
Induk Ayam, "Mungkin Anaknya saja yang nakal dan Ibunya terlalu percaya sama anak-anaknya, juga mungkin kurang pengawasan, Ibunya tak tahu di luar sana sangat berbahaya untuk mereka, di luar sana banyak Kucing pala belang dan Iblis yang siap menerkam...pok...pok...pok...kokk."
Anak Ayam, "Oh...tapi aku baru tahu kalau Kucing itu bisa mengganggu Manusia juga, bukankah tubuh Manusia lebih besar daripada Kucing...?"
Induk Ayam, "Maksud Ibu, Kucing pala belang itu masih dari golongan Manusia juga, itu hanya perumpamaan untuk Manusia yang suka mengganggu wanita, Nak..."
Anak Ayam, "Oh aku baru tau, tapi kan tergantung dari Manusianya Buu, mungkin saja mereka kan bisa menjaga diri..."
Induk Ayam, "Iya memang, mereka ada juga yang bisa menjaga dirinya, tetapi terkadang Iblis suka sekali menggoda dan membujuk Manusia agar manusia terjerumus berbuat maksiat, dosa itu terjadi bukan saja karna niat dari pelakunya lho, tetapi juga karena ada kesempatan, lalu saat itulah Iblis membujuk Manusia...hmm...pok...pok...pok."
Anak Ayam, "Cik...cik...Ibu seperti bang Napi saja, yang ada di kotak berwarna (TV) di kandang-kandang Manusia itu lho Buu, hihihi..."
Induk Ayam, "Bang Napi itu siapa nak...?"
Anak Ayam, "Bang Napi itu manusia yang suka aku lihat di kotak berwarna di kandang-kandang Manusia, bang Napi sering cerita tentang ayam lho bu, Ayam Kampus sama Ayam jalanan."
Induk Ayam, "Oh itu maksudnya bukan Ayam Nak, itu Manusia yang nakal mengatasnakan jenis kita, mereka lalai dan lupa diri, mereka suka berbuat nakal di kampus dan di jalan-jalan karna tidak mau menuruti apa kata Orang-tuanya. Maka itu kamu sebelum maghrib jangan suka keluyuran yah sayang, dengarkan kata Ibu, biar kamu tidak seperti Ayam Kampus dan Ayam Jalanan yang nakal..."
Anak Ayam, "Oh iya ya Bu, aku gak mau seperti mereka, aku janji gak nakal lagi deh, berarti aku harus bangga ya Bu menjadi Ayam...?Kalau begitu maafkan aku ya Bu sudah salah menilai Ibu keras sama aku..."
Induk Ayam, "Iya gak apa-apa kok nak, ibu gak marah, alhamdulillah kamu sudah mengerti, anakku yang cantik dan baik sudah makin pintar saja, Ibu sayang sama kamu nak..."
Anak Ayam, "Iya Bu, aku juga sayang sama Ibu. Alhamdulillah ya Bu, sesuatu...hihihi...cik..cik."
Induk Ayam, "Iya yah sesuatu, ya sudah sekarang kita tidur dulu yuk, nanti kita harus bangun pagi-pagi...met bobo anakku..."
Anak Ayam, "Met malam Ibu, met istirahat...mmuuaahh...cik...cik...cik...jangan lupa baca doa tidur ya..."
anak Ayam, "Pok...pok...pok...petokk...baik Ibu..."
***
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagikaan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raaf [7] : 179)
Label:
Renungan
Rupanya banyak pihak yang tak suka terhadap kemajuan Islam di dunia ini, maka dengan segala cara mereka melakukan pemecah belah persatuan dan kesatuan ummat Islam dimanapun Islam itu berada.
Dan Islam sebuah agama yang sejak awalnya sudah dimusuhi oleh ummat lain yang membencinya, entah alasan agama, ekonomii, politik, social maupun budaya. Sehingga ummat Islam seringkali dibentur-benturkan satu sama lain, sehingga ummat Islam tidak kelihatan utuh, selalu ribut, bahkan saling menghancurkan dan saling mengkafirkan satu sama lain.
Banyak cara yang dilakukan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menghancurkan Islam! Entah mengapa Islam begitu dibenci, dimusuhi bahkan ingin dihapuskan di muka Bumi, mungkin karena ulah orang-orang tertentu yang menyebabkannya.
Terlepas dari itu semua ada beberapa hal yang menjadi perhatian agar Islam tak mudah dihancurkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, ada baiknya kita mengetahui apa yang dijadikan metode atau cara mereka menghancurkan Islam.
Pertama, Islam diadu domba dengan pemerintah.
Ini cara yang paling jitu untuk menjauhkan Islam dengan pemerintah, sejak awal-awal kemerdekaan Islam selalu dipojokan dan dipertentangkan dengan pemerintah!
Bahkan di jamannya Orde Baru Islam diawasi sedemikian rupa, sampai-sampai isi khutbah Jum’at dipantau oleh pihak keamanan, seperti para khotib itu orang-orang yang membahayakan pemerintahan dan pemerintah akan tumbang dengan ceramah para dai atau khutbahnya para khotib!
Lebih “menyakitkan” lagi ketika orang orang sadar akan keimanan di tulis besar-besaran bahwa lembaga ini telah terjadi “hijau royo-royo”, seakan orang Islam tak boleh menjalankan keimanannya dan orang yang menampakkan keimanannya di kantor dibilang ini bukan masjid!
Orang yang membela agamanya dibilang ektreem, orang yang menjalankan agamanya disebut fanatik, orang yang memakai jilbab karena taat pada agamanya disebut salah tempat, karena itu katanya kebudayaan Arab, kebudayaan padang pasir dan tak tepat dipakai di Indonesia, anehkan?
Orang yang taat menjalankan agamanya dituduh dengan berbagai macam, sedangkan orang yang jelas-jelas melanggar agamanya dibela mati-matian! Itulah salah satu cara mereka yang membenci Islam dengan membolak balikan fakta, yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan!
Kedua, Umat Islam diadu domba dengan sesama ummat Islam lainnya.
Cara yang kedua ini diwariskan penjajah Belanda, Belanda dapat menjajah Indonesia sekian lama karena pola ini, devide et impera, politik adu domba, politik ular kepala dua atau politik belah bambu!
Itu cara yang paling jitu yang di pakai Belanda untuk menghancurkan Indonesia dan menghancurkan kerajaan Islam di Indonesia pada saat itu. Nah politik adu domba ini terus mengalir sampai saat ini, yang paling “klasik” adu domba yang dilakukan tangan-tangan kotor adalah mengadu dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, antara Ormas NU dan Ormas Muhammadiyah!
Ada saja cara yang dilakukan, misalnya dengan memunculkan perbedaan tentang tahlil, qunut, maulid dan sebagainya.
Syukur alhamdulillah kedua ormas NU dan Muhammadiyah ini “tak mempan” diadu domba! Terakhir NU dan Muhammadiyah mau diadu domba perkara diturunkannya Gus Dur dari singgasana kepresidenan oleh MPR, yang kebetulan keduanya adalah “pentolan” ormas NU dan Muhammadiyah.
NU diwakilkan Gus Dur sebagai presiden dan Muhammadiyah diwakilkan Amin Rais yang waktu itu ketua MPR. Padahal diturunnya Gus Dur bukan masalah Ormas Islam, bukan masalah agama, tapi masalah kenegaraan! Untungnya dua warga ormas ini mampu menahan diri masing-masing, mereka sadar kalau mereka ribut, yang “tepuk tangan” pihak lain!
Ketiga, Ormas Islam diadu domba dengan pemerintah.
Ini juga cara menghancurkan Islam, terlepas apa yang dilakukan Front Pembela Islam, ada saja cara mereka mengadu domba ummat Islam, Pemerintah mayoritasnya adalah orang Islam.
Front Pembela Islam sebuah ormas yang bertujuan membela Islam yang isinya orang-orang Islam, nah kalau FPI dibenturkan oleh pemerintah, itu sama juga membenturkan sesama ummat Islam sendiri, jika itu berhasil, maka Ummat Islam bisa saling bunuh seperti yang terjadi sekarang ini di Irak, Afganistan, Mesir dan sebagainya.
Tak berhasil mengadu domba FPI dengan Pemerintah, dimunculkan organisasi Ahmadiyah, padahal organisasi Ahmadiyah juga sudah ada sejak lama, terlepas dari ajaran-ajarannya, Orang-orang di Ahamdiyah juga sama, sama manusia dan masih membawa nama Islam, lalu mengapa tiba-tiba muncul kasus?
Ya apa lagi kalau bukan cara mengadu domba sesama ummat Islam, akhirnya sesama ummat Islam saling menghantam, saling bunuh-bunuhan, saling bakar-bakaran dan lain sebagainya, tempat ibadah bukannya dibangun eh malah dibakar, dihancurkan.
Bukankah untuk menyadarkan orang dengan lembut, kalau memang dianggap bersalah ya lakukan dengan jalan damai, bukan dengan kekerasan? Jadi jelas ada pihak yang tak bertanggungjawab yang “bermain”!
Tidak mempan dengan dimunculkannya kasus Ahmadiyah, sekarang dimunculkan kasus Syiah! Nah ini jelas pola yang sama yang terjadi di Irak, Islam Syiah dan Islam Sunni saling bunuh, padahal mereka satu negara, satu agama Islam! Nah di Indonesia dicoba dengan cara ini, Islam Syiah diadu domba dengan Islam Sunni yang memang penganutnya lebih banyak di Indonesia!
Kalau ini berhasil disulut, maka kejadian di Irak akan terjadi juga di Indonesia, Islam Syiah dan Islam Sunni yang selama ini rukun, tak ada masalah, sekarang akan saling curiga dan saling membantai, lalu akan terjadi kerusuhan yang semakin membesar, maka sekolah-sekolah atau tempa ibadah yang dibangun Syiah bisa-bisa dihancurkan, dan sebaliknya sekolah-sekolah atau tempat ibadah yang telah dibangun masrakat Islam Sunni akan mendapat balasan dari pihak Syiah!
Keempat, aparat pemerintah yang Islam diadu somba dengan ummat Islam.
Nah ini yang paling bahaya, bila aparat negara bisa diperalat untuk menghancurkan Islam, maka masjid-masjid bisa dipindahkan sesuka aparat karena membela golongan tertentu yang punya dana.
Maka yang akan terjadi seperti di jaman Orba, orang pakai Jilbab disekolah dilarang, wanita muslimah yang kerja diperkantoran pemerintah berjilbab tak boleh oleh aparat, orang menjalankana agamanya untuk sholat Jum’at dibuat untuk rapat, rapat selalu dilakukan ketika akan sholat Jum’at dan karyawan yang mau sholat Jum’at dilarang atau diberikan tugas pada hari Jum’at!
Karena mereka tahu sholat Jum’at adalah kewajiban ummat Islam, nah mereka berusahan menjauhkan ummat Islam untuk tidak sholat Jum’at!
Caranya macem-macem, yang paling sering adalah melakukan kebiasaan rapat di hari Jum’at! Bila ini terus menerus dilakukan maka sedikit demi sedikit ummat Islam jauh dari sholat Jum’at dan tak mendapat pencerahan di hari Jum’at!
Kelima, dibuat acara-acara yang menarik di TV saat sholat Magrib!
Nah ini juga ‘racun” yang paling bahaya terutama untuk anak-anak, yang biasanya ummat Islam di saat menjelang dan sesudah magrib membaca Al Qur’an dan mempelajari isi Qur’an, sekarang berubah, mereka bukan duduk di Musholah atau di Masjid, tapi nongrong di depan layar TV!
Yang harusnya dibaca Qur’an sekarang lebih sering Koran, nah kalau yang punya komputer lebih sering baca berita atau yang lainnya di internet, ketimbang membaca Qur’an!
Melalui TV adalah cara paling ampuh menghancurkan sendi-sendi Islam, ini “peperangan” budaya, antara Barat dan Islam! Kalau tak pandai-pandai menyaring tontonan atau berita di TV, maka ummat Islam akan dibenturkan dengan ummat Islam lainnya melalui berita atau tayangan TV, yang jelas-jelas musrik di TV diberi alasan kebudayaan!
Ya Islam memang agama yang entah mengapa selalu menjadi “musuh” bersama pihak lain, Islam diserang dari berbagai sudut, politik, ekonomi, sosial dan budaya, sasaran jangka panjangnya adalah menjauhkan Islam dari ajaran Islam, paling tidak ummat Islam jauh dari Al Qur’an dan sasaran jangka pendek sesama Ummat Islam diadu domba dan Islam berpecah belah, dengan demikian Islam akan hancur di Indonesia.
Mengapa ummat Islam di Indonesia menjadi sasaran adu domba? Logika sederhanyanya adalah karena Ummat Islam di Indonesia adalah ummat mayoritas, kalau ummat Islam berjaya, maka Indonesia juga berjaya dan sebaliknya kalau ummat Islam pecah, Indonesia juga bisa hancur!
Dan kalau Ummat Islam di Indonesia berhasil diadu domba, maka kejadian di Irak dan Afganistan akan terjadi, sumber daya alam Indonesia akan disedot oleh “tangan-tangan kotor” itu atau oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab!
Lalu bagaimana solusinya? Secara ringkas sebagai berikut:
1. Bersatu padu membentuk kesatuan dan persatuan dalam ummat Islam.
2. Mempelajari Islam lebih mendalam agar tak mudah diadu domba.
3. Mari membangun masjid dan ummat, bukan menghancurkannya.
4. Mari bersalaman, saling memaafkan bukan saling bermusuhan dan saling menghancurkan.
5. Mari terus mencari kebenaran dengan penuh kebijaksanaan, berdakwah dengan kelembutan dan mengajak dengan keramahan bukan dengan kemarahan.
1. Bersatu padu membentuk kesatuan dan persatuan dalam ummat Islam.
2. Mempelajari Islam lebih mendalam agar tak mudah diadu domba.
3. Mari membangun masjid dan ummat, bukan menghancurkannya.
4. Mari bersalaman, saling memaafkan bukan saling bermusuhan dan saling menghancurkan.
5. Mari terus mencari kebenaran dengan penuh kebijaksanaan, berdakwah dengan kelembutan dan mengajak dengan keramahan bukan dengan kemarahan.
6. Mari menjadi ummat Islam yang saleh, bukan ummat Islam yang salah.
Mari mencari sisi kebenaran ummat Islam, bukan mencari-cari kesalahan ummat Islam. Wallahu'alam
Label:
Info Islam
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .
“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.
“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”
Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.
“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.
“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.
Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”
Jika Anda berpikir bahwa TUHAN ITU ADA, sampaikan cerita ini kepada orang lain. Semoga kita selalu mendapat kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Amien..
Label:
Cerpen ISlam